Jadilah Tren Kekinian Dengan Virtual Exhibition

Bila mendengar pameran, expo, serta atau exhibition, segera terbayang yaitu ruangan kotak ukuran 3×3 mtr. yang dijejali bermacam peraga memiliki bahan cetakan kertas.

Tetapi pola konvensional itu bakal selekasnya beralih dengan trend kekinian berbasiskan tehnologi info yang hampir tanpa ada bahan cetakan kertas (paperless), hingga lebih ramah lingkungan.

Seperti dipertunjukkan tim Humas Setda Pemerintah Propinsi Jawa Barat (Pemprov Jawa barat) dengan penampilan virtual exhibition yang paperless sekalian tawarkan pengalaman baru dari satu pameran.

Ade Sukalsah, Kabag Humas Pemprov Jawa barat menyampaikan, rencana itu berisikan desain komunikasi visual basis baru, digital, mutakhir, serta berbasiskan aplikasi tehnologi info.

” Jadi, semua material komunikasi Humas Jawa barat sampai kini bakal dihidangkan dengan cara modern, bukanlah lagi bentuk konvensional cetakan. Ini kami tunjukkan akhir minggu lantas dalam pameran Bakohumas 2016, ” tuturnya di Bandung, Selasa (23/11/2016).

Menurutnya, dengan cara implementasi, ada tiga hal yang bakal dipertunjukkan serta di terima pengunjung. Pemakai bisa mengunduh aplikasinya terlebih dulu di Google Play store dengan tautan disini.

Sesudah didownload, pengunjung bakal memperoleh info mengenai potensi Jawa Barat dipertunjukkan dengan bentuk augmented reality (AR) di monitor smartphone.

Pengunjung cuma butuh mengarahkan kamera hp ke satu object gambar berupa kartu yang telah di isi AR pop informasi. Umpamanya peta Jawa Barat/logo Humas Jawa barat, jadi nantinya nampak gambar propinsi itu dengan permukaan yang lebih realistis.

Tidak cuma itu, pengunjung juga dapat lakukan selfie berbarengan dengan Gubernur Ahmad Heryawan serta Menkominfo Rudiantara yang tampak berbentuk hologram.

” Sensasi ini pengalaman baru, semua content dihidangkan sama komplit dengan pemeran umum tetapi lebih interaktif di smartphone semasing pengunjung. Namun terang kami lebih ramah lingkungan sesuai sama trend global, ” imbuhnya.

Ke-2, virtual reality (VR) yang tengah trend akhir-akhir ini. Bakal disediakan lima buah kacamata spesial VR pada pengunjung, hingga tak akan butuh mesti bergerak dari satu pojok ke pojok yang lain untuk berkunjung ke booth.

Pengunjung nantinya cukup diam di satu posisi, di satu titik 1/2 lingkaran yang bakal dihidangkan beragam potensi daerah Jawa Barat seperti bidang pariwisata dengan memakai kamera itu.

Paling akhir yaitu rencana Quick Response (QR) Code. Dengan adanya ini, pengunjung bisa lihat bermacam content terlebih majalah internal Pemprov Jawa barat yaitu Majalah Gedung Sate yang berkasnya bakal dihidangkan dalam dua tahun paling akhir.

Pada pola ini, monitor smartphone pengunjung juga cukup difokuskan ke permukaan object berupa kartu atau monitor laptop hingga nantinya bakal nampak QR Code untuk diolah selanjutnya.

” Pada dasarnya kami menginginkan berikanlah sajian pameran yang mutakhir, modern, serta paperless. Lantaran kami menghidangkan info yang lebih mendidik dengan penampilan menghibur serta modern, ” tuturnya.

Related posts

Leave a Comment