Indonesia Dirasa Belum Siap Mengadopsi konsep Paperless

Jakarta Diwartakan terlebih dulu, Canon mengenalkan dua printer terbarunya, Pixma G4000 serta TS8070. Di paparannya , (29/11/2016), Canon memerlihatkan perubahan printer tinta isi lagi yang semakin disukai customer Indonesia.

” Segmen printer tinta isi lagi semakin disukai oleh orang-orang lantaran menginginkan cetak dokumen dengan harga terjangkau serta banyak jumlahnya, ” tutur Monica Aryasetiawan, Division Manager Canon Consumer Systems Products Div. pt. Datascrip.

Selanjutnya, Monica juga menyikapi perubahan trend paperless yang telah mulai ‘digalakkan’ oleh sebagian korporasi, institusi pemerintahan, serta ruang usaha yang lain.

” Sekarang ini Indonesia masihlah belum dapat mengambil trend paperless seutuhnya, tetapi tengah menghadap kesana, ” tutur Monica.
Selanjutnya, ia juga menerangkan bagaimana orang-orang di sebagian kota kecil di Indonesia masihlah belum optimal.

Sampai akhir th. ini, Monica memprediksi bisa meng-capture market size sebesar 52 % dari keseluruhan inkjet 1, 5 juta unit di Indonesia. Keseluruhannya, Jakarta serta Surabaya yaitu kota dengan kontribursi terbesar.

” Tidak cuma usaha pariwisata, yang akan datang Bali bakal makin berkembang dari segi korporasi. Dapat dibuktikan, banyak brand besar mulai buka kantor mereka serta semakin banyak Usaha Kecil Menengah (UKM) yang bermunculan di Bali, ” katanya.

Tidak berlaku cuma untuk Bali, tetapi juga kota-kota lain di Indonesia bisa berkembang serta berkontribursi seperti Jakarta serta Surabaya.

” Terkecuali UKM, Canon berasumsi beragam korporasi yang ada sekarang ini serta yang akan datang sebagai market share yang menjanjikan serta bisa diperkembang tambah baik lagi, ” ungkap Monica.

Related posts

Leave a Comment