2 Petinggi Perusahaan Pemenang Tender Suap Pupuk Ditahan KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Direktur Paling utama CV Jaya Mekanotama, Aris Hadiyanto serta Komisaris CV Timur Alam Raya, Sri Astuti. Keduanya adalah tersangka masalah sangkaan suap pengadaan pupuk di PT Berdikari (Persero).

” Penahanan dikerjakan untuk 20 hari awal, ” tutur Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati waktu di konfirmasi, Senin (22/8/2016).

Aris ditahan KPK di Rutan Pomdam Jaya Guntur. Sesaat Sri, dititipkan di Rutan Pondok Bambu. Keduanya hari ini memanglah melakukan kontrol jadi tersangka oleh penyidik KPK.

Aris serta Sri dalam masalah ini disangka sudah lakukan mark up harga pupuk yang ditenderkan PT Berdikari. Ke-2 perusahaan itu jadi pemenang penyediaan pupuk karna disangka ada ‘fee’ yang sudah disetujui dengan Direktur PT Berdikari, Siti Marwa. Hidroponik

Terkecuali CV Jaya Mekanotama serta CV Timur Alam Raya, ada dua perusahaan lagi yang di ketahui memperoleh proyek itu. Dua perusahaan lain itu, yaitu PT Limas Sejahtera Mandiri serta PT Bintang Saptari.

Sangkaannya, 4 perusahaan itu lakukan penggelembungan harga pengadaan pupuk serta membagi keuntungan itu dengan Siti Marwa.

KPK sudah mengambil keputusan lima orang jadi tersangka pada masalah ini. Mereka yaitu Siti Marwa, Sri Astuti sebagai Komisaris CV Timur Alam Raya, seseorang swasta bernama Budianto Halim Widjaja, serta Aris Hadiyanto sebagai Direktur Paling utama CV Jaya Mekanotama.

Aris, Sri, serta Budianto diduga jadi pemberi suap, sesaat Siti Marwa yang Wakil Presiden PT Berdikari disangka jadi penerima suap. Siti disangka terima suap lebih dari Rp 1 miliar dari beberapa perusahaan dalam pengadaan pupuk untuk PT Berdikari. Baca Juga Cara Menanam Cabai di : http://berkebun.web.id/

Related posts

Leave a Comment